Tuesday, November 18, 2014

Thanks to Kishimoto-Sensei ( II )


Thanks to Kishimoto-Sensei ( II )
by Ftrohx


Tujuh ratus chapter, begitu banyak hal yang gw lalui bersamaan dengan Uzumaki Naruto, Sasuke Uchiha, Sakura Haruno, Hatake Kakashi, dan lain sebagainya.

Begitu banyak kenangan, gw nggak tahu harus menulisnya darimana. Yang pasti diawal kemunculannya, Naruto langsung membuat gw RELA bolos sekolah tiap minggu untuk menonton-nya. Naruto itu unik, beda dari anime di zamannya. Kesan pertama gw nonton Naruto, gw langsung teringat pada 4 anime yang mendekatkinya. Pertama Ninku (12 Shio), Rurouni Kenshin, Yuyu Hakusho, dan Hunter X Hunter.

Jauh sebelum membahas filosofi, hal pertama kali menarik gw untuk nonton naruto adalah jurus kagebushin, terutama gara-gara opening pertama anime-nya itu.

Naruto bertarung dengan beberapa preman dan dia menggunakan jurus Kagebushin dia mengalahkan preman berbadan raksasa itu.

Ajaib itu bukan jurus bayangan biasa, bukan trik sulap menjadi banyak. Itu benar-benar jurus membelah diri menjadi banyak, tubuh yang benar-benar utuh bukan trik pembiasan cahaya atau visual. Aaaaaaaa... Selain Kamehameha - SonGoku, gw pengen banget jurus Kagebushin-nya Naruto. Dengan jurus itu gw bisa berada dibeberapa tempat berbeda dalam satu waktu. Keren banget.

Sebenarnya meski anime-nya sudah populer pas gw SMA, gw belum memulai mengikuti Naruto. Justru pas zaman kuliah dan mengenal internet, barulah gw belajar tentang Naruto. Hahaha... belajar.

Gara-gara Naruto gw menemukan banyak hal ajaib, gara-gara Naruto pula gw kenal dengan orang-orang hebat dalam hidup gw.

Naruto adalah sebuah ide, ide yang tertanam di otak gw, lebih kuat daripada Kenshin ataupun Death Note.

Sangat kuat, sampai-sampai gw menyamakan hidup gw dengan Naruto. Kesusahan-kesusahan hidupnya, perjuangannya, hingga kisah Cinta! Hahaha... ajaib sebuah komik bisa berpengaruh besar dalam hidup elo. 

Naruto bicara tentang keberanian untuk bertarung, tentang semangat pantang menyerah, dan pencarian akan jati diri dan harapan. Filosofi-filosofi itu, di saat orang-orang terinspirasi oleh Mario Teguh dan Andrea Hirata, justru gw terinspirasi oleh Uzumaki Naruto, bahkan di kampus beberapa teman menjuluki saya dengan nama Naruto.

Sebenarnya Naruto sangat berpengaruh dalam hidup gw, Bukan hanya menjadi alasan kenapa gw menjadi seorang penulis. Naruto juga yang mempertemukan gw sahabat baik gw sampai sekarang Gozali. Gara-gara ngomongin Naruto dan Final Fantasy gw jadi akrab dengan Gozali. Hahaha... ajaib.

.  .  .

Thanks to Kishimoto-sensei ( I )


Thanks to Kishimoto-sensei ( I )
By Ftrohx


Seandainya artikel ini gw tulisan 2007 atau seandainya gw bisa mengirim artikel ini ke diri gw sendiri di tahun 2007. Rasanya pasti sangat-sangat-sangat bahagia. Pasti gw sudah jadi seorang PEMENANG diatas para pemenang.

Tagline-nya simple. "Dalam dunia para Otaku, pemenang adalah yang tahu sebelum orang lain tahu dan bisa sebelum orang lain," itu kata Tora karakter fiksi gw yang terinspirasi dari teman gw yang meracuni gw menjadi Otaku (meski cuma ngikutin Naruto dan Bleach doank.)

Apa yang kalian lihat saat ini, apa yang terjadi dengan gw dan semua tulisan di blog ini, bisa dibilang semua gara-gara Naruto.

Jujur, dulu gw nggak pernah punya cita-cita menjadi seorang penulis. Kehidupan gw biasa-biasa aja jadi nggak ada apapun yang menarik yang bisa gw tulis.

Gw cuma ingin hidup sebagai karyawan biasa yang berangkat jam 9 pulang jam 5 dan ngampel tiap sabtu dan minggu di rumah seorang cewek cantik.

Sialnya, mimpi gw yang itu tidak terwujud karena berbagai masalah internal. Sehingga gw berakhir di sebuah warnet. Menjadi penjaga warnet yang hobi baca manga online karena males beli komik (atau lebih tepatnya gak punya duit buat beli komik.) Semua terjadi karena kebetulan, gw masuk di sebuah forum diskusi tentang Naruto.

Gw sering berdebat di sana, sering adu teori, adu deduksi, apa yang akan terjadi selanjutnya pada Naruto. Kami mencoba meramal masa depan Naruto, kami menulis spoiler dengan imajinasi dan data-data sebelumnya. Sampai sekarang gw masih ingat apa yang dulu kami perdebatkan.

Tentang teori Klan Uchiha, darimana mereka bisa mendapatkan mata merah Sharingan itu. Gw ingat banget teori-teori kocak mereka, ada yang menulis teori panjang bahwa klan Uchiha adalah vampir, ada juga yang menghubungkan Klan Uchiha dengan Iblis Tengu. Mata Klan Uchiha itu dari Tengu! Hahaha...

Tapi yang paling sering gw perdebatkan adalah teori siapa karakter dibalik topeng TOBI. Topeng dengan simbol spiral itu. Tadinya gw pikir bahwa Tobi adalah android atau mungkin boneka.

Lalu keadaan menjadi lebih rumit, karena Pain Akatsuki berlutut di hadapan Tobi, semua menjadi absurd di situ.

Lah bukan ketuanya adalah Pain, dan bukannya Pain adalah murid dari Jiraya? Lalu siapa ini Tobi?

Kemudian flashback ke masa lalu dan ternyata Tobi adalah orang yang men-summon Rubah Ekor Sembilan menyerang Konoha saat kelahiran Naruto. Gara-gara itu banyak orang yang ngotot dan berspekulasi bahwa Obito adalah Madara Uchiha, karena hanya Madara yang punya kekuatan legendaris yang sanggup men-summon Rubah Ekor Sembilan. Sedangkan gw sebaliknya, gw tidak percaya itu.

Menurut gw Tobi adalah Obito. Tapi semua orang di forum tidak ada yang percaya dengan gw, mereka NGOTOT Tobi adalah Madara Uchiha, Sampai akhirnya topeng itu pecah dan ternyata Tobi adalah Obito Uchiha. Dan gw berteriak ke mereka. "Selamat makan sendal!"

Gara-gara Naruto gw mengenal diri gw sendiri. Gw bisa berdebat, gw bisa menulis banyak dengan sekali ketik, berparagraf-paragraf hingga berhalaman-halaman hanya membahas apa yang gw suka. Dari forum itu gw beranjak ke beberapa forum anime lain seperti forum Bleach dan Death Note. Gw sadar gw juga bisa melakukan hal yang sama di situ.

Gw bisa berdebat dan menulis banyak, lalu sampai pada suatu titik. Ada sesuatu yang menggerakan hati gw. Daripada hanya memperdebatkan karya orang lain, bagaimana jika gw menulis karya gw sendiri.

Dan perjalanan panjang itu membawa gw sampai ke sini, menulis banyak hal, bertemu dengan orang-orang baru.

Berduet dengan Ariza, hingga akhirnya gw membuat projek bareng Jeni Suhadi dan Putra Perdana. Semoga akhir tahun ini projek terbaru gw terbit. Hahaha... semoga semua lancar.

.  .  .

Wednesday, November 5, 2014

Hal-hal Konyol


Hal-hal Konyol
By Ftrohx


Dulu waktu SD gw punya teman namanya Hendra Putra alias bodak.

Hahaha... Dia nge-fans berat sama Leonardo DiCaprio. Gara-gara ngelihat DiCaprio di film Titanic

Hampir tiap hari, tiap berangkat ke sekolah rambutnya dikasih Bliz atau Gatsby yang tebal

Kayak DiCaprio pas acara pesta di Kapal itu.

Rambutnya jadi basah tebal kaku dengan sisir ke belakang.

Hahahaha... #Gila padahal dia anak SD boi, tapi gaya-nya sok TUA kayak gitu.

Selain itu Hendra juga nge-fans berat sama lagu-nya Potret Melly Goeslaw.

Ajaib benar dia.

Padahal itu SD tapi kita sudah kenal dengan cinta, kita kenal dengan tuntutan hidup, kita dituntut untuk mengikuti apa yang keren dan menghindari apa yang tidak keren.

Lalu SMP gw bertema dengan Agus Setiawan.

Dia nggak jauh beda dengan Hendra, dia sering banget menceramahi gw apa yang keren dan yang tidak keren menurutnya.

Agus sangat nge-fans sama Ariel Peterpan, saat itu si Ariel lagi booming dengan lagu Sahabat, dengan pakaian tampil ala Hyuga temannya Tsubasa.

Iya si Agus sangat suka itu, ke sekolah dengan lengan di gulung untuk memamerkan otot bisep-nya. "Cewek suka dengan cowok yang berotot," itu yang selalu dia ceramahi ke gw.

Dan si Agus juga maksa gw untuk jadi berotot seperti dia ! Hahaha...

Beda lagi dengan Achzan.

Dia punya gaya-nya sendiri, dia punya prinsip dan nggak ngikutin orang lain.

Bisa dibilang Zan adalah panutan gw, yang paling gw kagumi diantara teman-teman gw.

"Cowok keren itu harus pintar, harus tahu sebelum orang lain tahu, dan bisa sebelum orang lain bisa!" Itu yang di doktrinkan Zan ke gw. 

Gara-gara Zan gw jadi haus akan ilmu, gara-gara Zan gw jadi banyak baca buku, banyak nonton film, gw harus punya pengetahuan baru setiap hari.

Itu semua bisa dibilang karena tuntutan bergaul dengan Zan.

Mungkin juga karena obsesi gw ingin setara dengan dia.

.  .  .

Masa-masa SMA


Masa-masa SMA
By Ftrohx


Jam sembilan malam, menyalakan TV, di Trans tiba-tiba muncul film berjudul The Kick.

Film yang bercerita tentang keluarga atlet Taekwondo, beda dengan film action lain yang menggunakan mixed martial art.

Ini film koreografi-nya Taekwondo banget; tendangannya, cara berdirinya, cara menghindar, pukulannya, kuda-kuda, semuanya benar-benar disiplin Taekwondo. 

Yang mengejutkan justru ini bukan film Korea, melainkan Thailand.

Ah, beladiri ini begitu memorable untuk gw.

Meski gw nggak pernah ikut ekskul Taekwondo, tapi para sahabat gw di SMA, kebanyakan adalah anak Taekwon. Rahmat Hidayat, Achzan Farid, dan Putri Yuli mereka adalah anak Taekwon yang hebat.

Tadinya gw ingin masuk ekskul itu, tapi entah kenapa gw justru memilih pencak silat! Hahahaha... Bukan hanya di SMA, dua nama penting lain dalam hidup gw (saat ini) juga adalah anak Taekwon yaitu Jeni Suhadi dan Putra Perdana.

Kembali ke judul di atas.

Melihat koreografi dari film ini, gw jadi ingat dengan koreografi anak-anak Taekwon setiap ada promosi ekskul di sekolah dulu.

Rasanya gw begitu KANGEN dengan masa-masa SMA. Terlalu banyak yang belum terselesaikan, terlalu banyak.

Gw ingin kembali ke sana, menjadi karakter yang lebih baik lagi, lebih baik daripada gw yang dulu.

Mungkin seandainya gw bisa kembali ke masa itu, mungkin gw ingin mengambil banyak ekskul.

Mulai dari Pencak Silat, Taekwondo, Basket, juga KIR dan klub penulis manding.

Sayang banget, masa-masa SMA gw terpuruk dalam kemiskinan, hingga gw nggak bisa berbuat banyak.

Gw ingin berbuat LEBIH di masa itu, seandainya bisa gw ingin berlatih lebih keras.

Pertanyaannya apa masa lalu bisa diubah? Kebanyakan orang bilang masa lalu tidak bisa diubah? Tapi bagaimana jika bisa diubah?

Entah sampai saat ini gw masih belum yakin akan hal itu, tapi Eka Kurniawan bilang bahwa "Kita bisa memilih masa lalu? Kita bisa menentukan sejarah kita sendiri?"

Sayangnya sampai saat ini gw belum punya kekuatan seperti Eka Kurniawan. Gw hanya penulis blog biasa yang hidup masih dalam keterbatasan ! Aaaaaaaaa...

Kembali, rasanya gw hanya ingin balik ke masa-masa SMA dan memperbaiki semuanya.

.  .  .