Tuesday, October 21, 2014

Pertemuan


Pertemuan
By Ftrohx


Beberapa tempat begitu mistik untuk ku, begitu memorable hingga tiap kali melalui, aku langsung teringat akan sebuah kisah, entah itu nyata atau fksi yang kukhayalkan. 

Kadang hal ini menjadi masalah, dimana memori nyata dan artificial saling bercampur hingga tak kentara.

Seperti yang kamu tahu, dengan segala keterbatasanku, waktu di sekolah dan kuliah.

Karena kemiskinan dan hal-hal yang tak dapat kumiliki, aku sering  bermimpi menjadi orang lain dan memiliki kehidupan lain. (sayangnya mimpi-mimpi itu tak pernah kutuliskan waktu SMA.)

Untuk beberapa kasus, kadang memori fiktif itu begitu kuat, sampai-sampai mengubur memori asliku.

Sesuatu yang tidak pernah terjadi di masa lalu, namun terus kukhayalkan sehingga seolah-olah terjadi. Seandainya aku begini, seandainya aku bisa begitu. Semua hal-hal bullshit itu.  Daya kreasi positif bercampur-aduk dengan rasa sesal akan sesuatu yang telah terjadi (ataupun yang tidak terjadi.) Sesuatu yang kulakukan dan yang tidak pernah aku lakukan.
.  .  .

Sore ini, mencoba menghilangkan migran, aku berlari kecil dari Tanah Kursi ke Bintaro Rel Kereta. Tempat yang sudah, entah berapa ribu kali kulewati. Selama bertahun-tahun tidak banyak yang berubah dari tempat ini. Jajaran ruko yang sama, yang hanya sudah berganti pemilik atau penyewanya saja.

Waktu aku masih kuliah, aku suka mampir ke sini, entah pagi ataupun sorenya.

Dulu di jajaran Ruko ini adalah dua warnet, bahkan pernah sampai tiga warnet saling berjajar. Dulu semua orang rasanya ingin membuka usaha warnet karena begitu menguntungkan. Aku suka berada di warnet ruko bagian yang pojok, berseberangan dengan konter Handphone milik sahabatku Romadhon.

Jika diingat kembali pertama kali ku membuka youtube adalah di warnet itu, dan terakhir kali aku main di sini, aku kehilangan flashdisk yang berisi bahan skripsi. Luar biasa sial.

Pernah juga aku hampir menginap di warnet itu. Mereka buka 24 jam dan zaman itu begitu banyak anak muda yang hobi begadang sampai pagi cuma untuk meningkat level games DOTA ataupun Counter Strike (karena belum ada point blank.) Di warnet itu juga aku pertama kali kenal dengan manga Bleach dari weekly shounen jump. Sial, begitu banyak hal bersejarah di sana.

Dan diantara semua memori nyata ku di sana, ada juga memori fiktif yang hanya aku khayalkan.

Sebuah pertemuan antara AZRA dengan VIRLI.

Sebuah cerita yang jauh terpendam, sebelum aku membuat cerita yang lain.

Ceritanya simple, Azra bermain counter strike semalam di sana. Lalu, secara ajaib muncul seorang wanita cantik yang mengambil PC kosong di sebelahnya.

Azra tidak tahan untuk menyapa gadis cantik itu, kemudian mereka berkenalan. Hanya sesederhana itu, namun selanjutnya semua tidak sederhana.

Ada hal-hal lain, ada petualangan setelahnya.

Kami melalui banyak hal, kami pergi berpetualang ke banyak tempat, aku menemukan hal-hal baru yang tidak pernah kutemui dalam kehidupan nyataku yang membosankan.

Kembali melihat Ruko itu, di terasnya terdapat spanduk 'DISEWAKAN' terakhir aku melewati tempat ini. Ruko tersebut dipakai untuk warung bakso yang tidak sukses. Mereka menghilang, sekarang dijajaran ruko sudah tidak warnet lagi.

Mungkin karena sekarang tiap orang sudah punya warnet sendiri di rumahnya; smartphone, PC ataupun laptop itu semua sudah jauh lebih canggih daripada warnet. Sama seperti sepeda motor hampir ada dua buah di setiap rumah yang ada di Jakarta.

Entah kenapa saat ini aku merindukan masa-masa, seandainya aku bisa kembali ke zaman itu dengan apa yang kupunya sekarang.

.  .  .

No comments:

Post a Comment