Thursday, October 9, 2014

Menghilang


Menghilang
By Ftrohx


Entah kenapa, saya kangen dengan seorang teman lama. Seorang sahabat, namanya Heri.

Dia sahabat baik saya dari SD sampai SMP. Bahkan setelah lulus SMA pun saya sering mengunjungi rumahnya. Sampai berbagai kesibukan dan permasalahan membuat saya tidak datang ke rumahnya lagi saat lebaran.

Lalu setahun yang lalu dia datang ke rumah saya untuk bersilaturahmi. Dia mengira saya sudah berkeluarga, dan saya pikir juga sebaliknya dia pasti telah sukses dengan pekerjaannya. Ternyata tidak, dia telah keluar dari pekerjaan terakhir di Ford. Sekarang dia bekerja di bengkel biasa.

Lalu waktu berlalu setahun lebih saya tidak bertemu dengannya dan ada sesuatu yang malam ini menggerakkan kaki saya untuk berkunjung ke tempatnya, di Petukangan Selatan. Seperti biasa, saya melewati jalan yang sama, gang kecil di dekat empang Bang Ridun. Menelusuri jalan menanjak melewati bekas rumah Herman. Namun begitu sampai di atas, gang itu sudah terputus oleh jalan Tol Bintaro - Tanah Abang.

Saya tahu ujung jalan ini, tapi saya tidak tahu kalau jalan ini telah menggusur rumah teman saya. Saya pun menelusurinya hingga lampu merah petukangan. Banyak rumah yang hilang dan banyak kenangan yang hilang seolah tidak pernah ada. Menelusurinya, saya merenungkan tentang teman saya, sahabat saya, ke mana dia pergi sekarang, pindah ke mana dia.

Berbeda dengan teman-teman saya yang lain.

Heri ini tidak bisa menggunakan komputer, dia tidak kenal dengan internet, dan tidak punya akun social media apapun. Mungkin dia punya Pin BB tapi saya tidak pernah menemukannya. Mengingat ke masa lalu, ada rasa sesal tersendiri, seandainya waktu saya mengunjungi rumahnya sebelum digusur, seandainya saya menemukan alamat pindahnya. Melihat ke samping jalan, tidak ada rumah lagi. Bahkan rumah teman saya yang lain Terry, dia juga kena gusur, yang tersisa hanya separuh dari halamannya dan rumah-rumah lain pun juga ikut rata. Sekarang menjadi taman pinggir tol yang tidak terawat, atau lebih tepatnya mungkin seperti tempat pemakaman yang sepi. Penggusuran bukan hanya menghilangkan rumah yang berada di jalur tol tapi juga  enam sampai tujuh rumah yang ada di pinggirannya pun ikut ditinggalkan.

Tapi ini bukan hanya masalah rumah yang digusur, tapi mengenai teman yang menghilang tanpa jejak. Kadang rasanya seperti kerinduan bercampur sesal.

Dalam perjalanan pulang, saya bertanya-tanya sendiri. "Apa itu ikatan?"

Saya memiliki sahabat yang lain, bahkan sampai sekarang kami terus terhubung yaitu Mujib dan Gozali. Rasanya benar-benar ajaib, kami melalui banyak hal namun kami masih bisa bersama. Mereka memang telah berubah, mereka jauh lebih mapan, namun mereka masih hadir dalam hidup saya.

Namun, kembali lagi ke Heri dan yang lain, mungkin bukan merekalah yang menghilang, tapi sayalah yang menghilang dari mereka. Sayalah yang egois dan menjadi pudar di antara debu jalanan.

.  .  .

No comments:

Post a Comment